Perhatian ! Dipersilahkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda ASAL menyebut URL sumber tulisan dan/atau permanent link artikel yg dikutip.Komentar, saran atau pertanyaan dapat diajukan melalui buku tamu, kotak komentar blog atau email ke: PutiJasmien@gmail.com

Sekilas Kota Padang Panjang

Secara geografis Padang Panjang terletak pada ketinggian 650 meter diatas permukaan lautdenganluas 23 km persegi dan termasuk didalam 15 kota/kabupaten di Propinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kota yang bersih, berhawa sejuk, dan bercurah hujan rata-rata 3.259 mm per tahun dan berada di sekitar Gunung Merapi (2.891 m), Gunung Singgalang (2.877 m), dan Gunung Tandikek (2.438 m).

Pendapatan per kapita Kota Padang Panjang sebesar Rp. 2.225 juta (tahun 2000 dan menjadikan kotaini sebagai kota dengan pendapatan tertinggi di Sumbar. Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,63 persen, memiliki beberapa potensi alam yang belum sepenuhnya tergarap, seperti tambang,sumber mata air pegunungan dan potensi dibidang peternakan seperti daging, sapi perah dan lain sebagainya.

Potensi pariwisata juga tak kalah bagus dan menariknya untuk dikembangkan. Ada Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) dan Perkampungan Minangkabau yang kini belum tergarap maksimal, bahkan terkesan terlantar. Kehadiran STSI juga mendukung keberadaan Padang panjang sebagai kota tujuan utama wisata.

Sepanjang jalan di kota ini banyak pelajar dan masyarakat berpakaian islami (semacam pesantren) karenamenurut catatan sejarah, sejak zaman penjajahan telah berkembang sarana dan prasarana pendidikan agama islam seperti Thawalib Gunung, Diniyah Putri, Madrasah Isyadin Nas sehingga di kota ini banyak tokoh ulama dan tokoh nasional yang mendapatkan pendidikan dari sini, sehingga Padang Panjang dulu dikenal sebagai pusat pergerakan pemikiran Islam yang disegani dan basis pendidikan Islam terkemuka di Indonesia.

Tujuan wisata yang terkenal di daerah ini adalah Lembah Anai, yang biasa dijadikan para pengunjung sebagai tempat untuk berwisata karena air terjun dan sungai di bawah air terjun yang sangat sejuk dan biasa dinikmati orang yang berlintasan di jalan raya yang jaraknya tak jauh dari Lembah Anai.
Untuk yang hoby makan di daerah ini terdapat beragam makanan yang dapat dinikmati seperti Sate Padang Panjang (yang terkenal Sate “Mak Syukur”), racik kacang, rakik bada, Kerupuk ubi di bungo Tanjuang dan pitalah, Kerupuk jangek dan Dendeng kering di Tanjuang Barulak serta Ketupat Pitalah di nagari Bungo Tanjuang dan Pitalah. Untuk makanan kecil banyak kita jumpai di sepanjang jalan yang kita lalui di kota ini.

Merebaknya Kesyirikan Berkedok Islam

MediaMuslim.Info - Masyarakat Indonesia sampai detik ini, masih sangat akrab dengan hal-hal yang berbau keramat, mistik dan hal-hal yang aneh-aneh. Mulai dari benda-benda seperti cincin, keris, akik, pakaian, gamelan atau yang berwujud tempat, seperti gunung ini dan itu, atau orang tertentu yang dianggap tokoh masyarakat atau agama. Pengkultusan terhadap seseorang, ditemukan hampir merata di seluruh penjuru nusantara. Disebabkan punya kedudukan atau dianggap tokoh besar maka ia dikultuskan dan dikeramatkan.

Pengkeramatan sang tokoh ini berlangsung sejak tokoh tadi hidup bahkan sampai ia meninggal dunia. Barang-barang yang berkaitan dengan sosok tadi pun dicari-cari dan diagung-agungkan, dijadikan jimat dan tidak lupa untuk dikeramatkan.Tambah parah lagi, makamnya senantiasa ramai dipadati oleh para pengagum dan simpatisan yang pingin 'ngalap berkah' dari kubur sang tokoh. Selalu semarak, itu yang terjadi di makam orang yang ditokohkan. Bahkan ketika tiba saat ulang tahun kematian dan kelahiran tokoh, semaraknya kubur lebih dibandingkan dengan semaraknya masjid-masjid Allah.


Kenyataan ini lebih tambah mengenaskan ketika ditemukan kenyataan bahwa mayoritas peziarah adalah mereka yang menyatakan diri sebagai orang muslim. Aktivitas yang berhubungan dengan pengagungan seorang tokoh selalu akan bertambah variasinya, karena berjalan seiring dengan ide dan kreativitas para pengagum.

Contoh konkrit ada di zaman nabi Nuh. meninggalnya para tokoh agama di zaman itu memunculkan ide di kalangan para pengagum untuk membangun patung dan gambar demi mengenang sang tokoh. Awalnya untuk mendekatkan pada Allah. Ide berkembang setelahnya dengan menjadikan sang tokoh sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah.

Berkembang lagi hingga menjadikan patung tadi sesembahan yang diibadahi selain Allah. Kreatifitas kesyirikan ini hampir selalu berulang di setiap zaman dan generasi, karena ini adalah makar syaitan untuk menjerumuskan umat manusia ke dalam neraka. Tokoh yang dipuja bisa jadi berbeda namun sebenarnya hakikat kebatilan yang ditawarkan adalah sama.

Di zaman nabi Nuh yang diagungkan adalah wadd, suwa , yaghuts , yauq dan nashr, dan di kafir qurays ada yang dinamakan latta, uzza, manna dan hubbal. Dan di negeri ini pun ada pula yang ditokohkan seperti itu. Wujud kreatifitas kesyirikan yang bisa ditemukan di masa kini, adalah dibuatnya berbagai perhelatan untuk mengagungkan sang tokoh, baik dengan megadakan tour ziarah, atau peringatan ulang tahun kelahiran dan kematian (haul). Atau mengawetkan barang-barang peninggalannya.

Bila ditimbang dalam syariat Islam, hal yang berkaitan dengan mengagungkan tokoh dan peninggalan-peninggalan bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Bahkan sebaliknya pintu-pintu yang menuju kepada pengagungan tokoh, melebihi kapasitas kemanusiaan dicegah dan ditutup oleh Rasulullah dan para sahabat.

Pengagungan terhadapan suatu benda dan individu tertentu hampir selalu identik dengan kesyirikan. Umumnya, sebuah masyarakat akan mengagungkan tokoh dan benda karena berjangkitnya penyakit kebodohan di tengah-tengah mereka. Tak tahu mana yang diperintahkan dan dilarang oleh syariat Allah ta'ala. Atau hadir di negeri tersebut para tokoh agama yang buruk yang memberikan contoh teladan keburukan kepada umat, mengahalalkan yang haram daan mengharamkan yang halal. Sampai hal yang syirik pun dilegalkan oleh ulama buruk ini. Bisa juga terjadi karena memang masyarakat terlampau ghuluw dalam mengagungkan seorang tokoh. Atau bercokol di negeri itu para pemimpin yang buruk, yang tak menjalankan syariat Allah ta'ala.

Info Beasiswa Luar Negeri

Seputar informasi yang bermanfaat Tentang Tawaran Beasiswa, Pengumuman, Termasuk Kiat dan Formulir bagi pendaftar. dari Dikti.....


Cari : Tawaran Beasiswa ; Pengumuman ; Kiat, Guidelines ; formulir

Prestasi Gemilang, Dicatat Bumi Kerinci

from Jambi Independent Online

Terkait berbagai lomba HKG dan hari Dharma Wanita PRESTASI yang ditorehkan Kabupaten Kerinci rasanya tidak terlalu berlebihan jika patut diacungkan jempol.Betapa tidak, dari berbagai lomba yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 34, dan Hari Ulang Tahun ke 7 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jambi beberapa waktu lalu, Kabupaten Kerinci tercatat sebagai Juara Umum dengan merebut enam piala. Link.....

BUKITTINGGI--MIOL: Sebanyak 1.200 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.000 jiwa warga Nagari Sianok VI Suku yang bermukim di kawasan Ngarai Sianok, Sumbar, hingga kini masih terisolasi.
Bantuan untuk Korban Gempa Disandera
from Jambi Independent Online

09-03-2007 Data Korban Juga Masih Simpang Siur
PADANG - Kekacauan pendistribusian bantuan ke korban gempa semakin terlihat. Para korban gempa mengaku banyak yang belum menerima, sementara bantuan terus berdatangan. Puluhan warga yang mengaku menjadi korban gempa, Rabu (7/3) malam menyandera truk milik Yayasan Budha Tzu Chi Cabang Padang, yang membawa bantuan untuk korban gempa. Kepada koran ini, kemarin, Wefrizal, sopir truk Yayasan Tzu Chi, mengaku masih trauma dengan aksi penyanderaan tersebut.
Berita terkait....
Data Terakhir Korban Tewas Gempa Sumbar 73 Orang
Media Indonesia Jum'at, 09 Maret 2007

PADANG--MIOL: Korban meninggal akibat musibah gempa bumi dengan magnitudo 6,3 SR di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar kini mencapai 73 orang, sementara yang mengalami luka berat dan ringan sebanyak 640 jiwa.
seperti yang
diberitakan
di....

Berita terkait Gempa Sumbar: Media Indonesia